Di Antara Dua Janji: Sebuah Kisah Tentang Luka, Pilihan, dan Cinta yang Bertumbuh (BAB 4 - BAB 5 )

 Bab 4- Bab 5

BAB 4: Dua Pria, Satu Hati

Hari-hari setelah pertemuan itu berjalan lambat dan penuh kebimbangan. Rania merasa seperti terperangkap dalam mimpi buruk yang manis. Arya kembali—pria yang dulu ia cintai mati-matian, yang telah ia tangisi malam demi malam. Tapi kehadiran itu justru membuat semuanya menjadi rumit.

Dimas tahu. Ia tahu sejak awal bahwa suatu saat Arya akan kembali. Tapi yang tidak ia sangka adalah rasa sakit yang datang bersamaan dengan kembalinya masa lalu itu.

"Kamu masih cinta dia, kan?" tanya Dimas suatu malam.

Rania terdiam. Matanya menatap kosong ke luar jendela.

"Aku nggak tahu," jawabnya jujur. "Yang aku tahu, kamu menyembuhkan aku... Tapi dia adalah alasan kenapa aku dulu hancur."

Dimas mengangguk pelan. Tidak ada amarah, tidak ada paksaan. Hanya kesedihan yang begitu tenang, namun menusuk

BAB 5: Keputusan yang Membakar

Setelah berminggu-minggu dalam kebingungan, Rania memutuskan untuk bicara dari hati ke hati. Dengan Dimas, dan juga Arya.

Ia memilih tempat netral: taman tempat dulu Arya pernah melamarnya, dan tempat yang sama di mana Dimas pernah menyentuh hatinya.

"Aku memilih Dimas," katanya akhirnya.

Arya tertunduk. Ia tidak menangis, tidak marah. Hanya mengangguk dengan berat hati.

"Aku datang untuk menepati janji. Tapi ternyata, kamu sudah menemukan rumah baru. Dan aku terlalu lama menghilang."

Rania meremas jemarinya. "Maafkan aku."

Arya tersenyum tipis. "Jaga dia baik-baik. Dan jaga hatimu. Aku nggak akan ganggu lagi."

 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Antara Dua Janji: Sebuah Kisah Tentang Luka, Pilihan, dan Cinta yang Bertumbuh (BAB 6 )

Di Antara Dua Janji: Sebuah Kisah Tentang Luka, Pilihan, dan Cinta yang Bertumbuh (BAB 1-BAB 3)